Tampilkan postingan dengan label Alur cerita Fairy Tail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alur cerita Fairy Tail. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Alur Cerita Fairy Tail 334 : Dosa dan Pengorbanan











Alur Cerita Fairy Tail 334 : Dosa dan Pengorbanan

Versi Teks : Eric 'sc' Alive


Disclaimer : Hiro Mashima



Sebelumnya : Alur Cerita Fairy Tail chapter 333




Cover :

Gray Yang Tengah duduk bertelanjang dada,
Disebuah desa dimana disana terlihat dibelakangnya Domba-domba yang berjalan beriringan,,

Gray Tersenyum tipis,,
Dan terlihat di pinggangnya,,
Terdapat Luka bekas Goresan
Read More..

Rabu, 28 November 2012

Alur Cerita Fairy Tail 309 : Tanah yang Membara



Alur Cerita Fairy Tail 309 : Tanah yang Membara

Disclaimer : Hiro Mashima
Teks Versi oleh  Beelzeta

Sebelumnya : Alur Cerita Fairy Tail Chapter 308


"Hidup itu cepat berlalu ...
Jadi, cepatlah bertobat atas semua dosa-dosamu ..." Ucap sang ketua pada Natsu. Ia masih percaya kalau Natsu adalah seorang yang patut untuk dieksuki, baginya Natsu adalah seorang pendosa.

Akan tetapi tentu saja, Natsu tak merasa seperti itu, karenanya ia membalas, "Aku tidak ingat kalau aku pernah melakukan sesuatu yang buruk ..."

Deg ...
Tiba-tiba Makalov teringat akan sesuatu.

"Ada apa, Master?" Romeo bertanya.
"Bukan apa-apa, hanya saja aku tiba-tiba teringat dengan semua surat permintaan maaf kita ..."

"Tidak ada waktu untuk memikirkan itu sekarang!"
"Surat permintaan maaf?"
"Kau tidak perlu tahu"

"Hmm, apa Natsu dan yang lainnya baik-baik saja ya?"
"Sekarang kita hanya bisa mempercayakannya pada mereka dan menunggu ..." Ucap Makalov.

"Aku tidak punya pilihan lain," Natsu memasang kuda-kuda, "Aku akan segera mengalahkanmu agar bisa keluar dari sini."

Orang itu mengambil kedua kapak yang ada di punggungnya, dan dengan cepat mengarahkannya ke leher Natsu. Untung saja, Natsu bisa menghindarinya.

Orang itu terus menyerang ...

"Orang ini ..." Natsu mulai kewalahan.

"Tujuanku hanyalah satu, yaitu membasmi para pendosa ..."

"Kau, menyeramkan." Ucap Natsu.

----- Fairy Tail Chapter 309 -----

Di sisi lain, pertarungan juga telah terjadi. Di tempat Lily, ia berhadapan dengan lelaki bertubuh besar yang menyerang menggunakan suatu cairan, "Cairan asam!? Aku tidak bisa membloknya menggunakan pedangku."


"Meleleh, melelehlah!!"

Di sisi Mira ...

"Paper Storm, Green Dance!!"


Lawannya menyerang dengan serangan kertas-kertas hijau, yang kemudian berubah menjadi asap.

"Kertas hijau adalah simbol dari dewa racun." Jelas lawannya.

"Orang ini ...
Benar-benar mencoba untuk membunuh kita."


----- Fairy Tail Chapter 309 -----

"Spore Bomb, Rinka Renka!!!!" Lawan Wendy menyerang dengan sihir tumbuh-tumbuhannya. "Kyaaaa!!!" Wendy menjerit.

"Meskipun jeritanmu begitu cantik ...
Tapi, sekarang saatnya untuk tidur, Makura Makura!!" Perempuan itu kembali melancarkan suatu sihir.


"Setelah kau tertidur karena efek Spora ini, kau tidak akan bangun lagi, ini adalah sihir yang mematikan!! Tidurah, selama-lamanya!!"

Perlahan Wendy menutup matanya.

Di tempat Lucy, "Terrain Effect, Lava Renge!!!" Lelaki bertubuh kecil itu menggunakan sihirnya, dan ...

"Sesuatu datang!"
"Ya!!"
"Carla!!"
"Bumi akan ..."
"Terbakar!!!!"

Secara mendadak tempat itu berubah menjadi mirip di dalam gunung berapi, kumpulan Lava muncul dari bawah tanah, membelah celah-celah yang ada dan keluar.


"Tanahnya hancur, Kyaa!!!!" Lucy dan Yukino terpeleset, dan mereka hampir saja jatuh ke dalam lahar. Untung saja, mereka masih sempat berpegangan. Namun begitu tetap saja, kondisi mereka begitu kritis.

"Yukino!! Lucy!!" Arcadios berteriak.

"Ayo!!" Happy dan Carla hendak menolong karena mereka bisa terbang. Namun tiba-tiba, lawan mereka mengatifkan suatu sihir dan mereka tidak bisa bergerak, seolah terpancing.

"Sial, dia memancing kita lagi!"
"Aku bukan seekor ikan!!"

"Terrain Effect, Gravity Range!!!" Lelaki itu kembali mengaktifkan sihir, dan tiba-tiba tubuh Happy dan Charla menjadi begitu berat dan terjatuh di tanah.

"Tubuhku, terasa berat ..."
"Berat ..."

"Uukhh ..." Lucy dan Yukino masih berpegangan pada pinggir tebing.

"Kalian berdua ...
Kuatlah, hanya kalian yang bisa aku harapkan ..."


"Arcadios-sama ..."

"Proyek Gerhana tak akan bisa diaktifkan tanpa kalian, jadi ..." Arcadios nekat, "Au siap untuk mengorbankan diriku!!!!!" Arcadios berlari dan masuk ke dalam lahar untuk menyelamatkan Lucy dan Yukino yang sudah benar-benar hampir terjatuh.


"Apa yang kau lakukan?"

"Haaah!!!!!" Arcadios berusaha sekuat tenaga.

"Eh? Orang itu masuk ke dalam lahar?"

"Cepat, naik!!!" Lelaki itu membantu mengangkat kaki Lucy dan Yukino.


"Arcadios-sama!!"

"UkkhhH!!!"

"Cepatlah!!" Lucy yang telah berada di atas mengulurkan tangannya. Akan tetapi, Arcadios tampak sudah pasrah, dan hanya menyampaika pesan-pesan terakhirnya, "Jika kau ... Berhasil keluar dari sini ... Temuilah, Tuan putri ... Putri Hisui ..."

"Arcadios-sama, pegang tanganku!!!"
"Cepat!!!!"

"Kalian boleh memutuskan ...
Benar atau tidaknya proyek Gerhana ..." Setelahnya Arcadios tenggelam ke dalam lahar.


"Arcadios-sama!!!" Yukino berteriak. Tapi tiba-tiba, sesuatu muncul dari lahar. Dan ternyata, itu tak lain adalah bintang roh lemari yang sering menampung tubuh Lucy. Ternyata dia datang dan menyelamatkan tubuh Arcadios.

"Horologium!??"


"Tubuhku sedikit bermasalah. Tapi yah, untung saja lelaki besar ini masih muat ..."

"Kenapa kau bisa ada disini?"

"Karena aku bisa bebas melewati gerbang ..." Seorang lelaki muncul di hadapan Lucy, seseorang yang ternyata tak lain adalah Loki. Ya, akhirnya roh bintang dari rasi singa itu kembali.


"Bintang-bintangmu telah kembali ke sisimu ..." Loki juga telah membawa kunci-kunci roh bintang Lucy.

"Loki!!"

"Maaf sudah membuatmu lama menunggu ..."

"Leo dari konstelasi Leo ..."

"Aku juga membawa kuncimu." Loki membawa kunci-kunci milik Yukino.

"Terimakasih," Yukinopun mendapat kuncinya kembali, "Maaf, Pisces. Libra ..."

"Yai!"
"Sekarang kau bisa menggunakan sihir!" Ucap senang Happy dan Carla.

"Lucy ..."
"Ya!"

"12 kunci telah bersama, saatnya untuk melakukan serangan balik"

"Ta-Tai?" Lawan mulai terlihat panik.


----- Fairy Tail Chapter 309 -----

Di sisi lain, Natsu juga mulai membalas. Dengan tangan kosongnya, ia menahan serangan kapak ketua mereka. "!!?"

"Boleh aku mengalahkanmu, sekarang?"



Bersambung ke Alur Cerita Fairy Tail 310 minggu depan.


Jika kamu menyukai Postingan Diitra, silahkan Follow Blog ini dan klik SUKA di FanPage Diitra di bawah ini! Terimakasih :)
Read More..

Senin, 19 November 2012

Alur Cerita Fairy Tail 308 : Fairy Tail vs Eksekutor




Alur Cerita Fairy Tail 308 : Fairy Tail vs Eksekutor
Disclaimer : Hiro Mashima
Teks Versi oleh  Beelzeta

Sebelumnya : Alur Cerita Fairy Tail Chapter 307

Natsu dan yang lainnya masuk ke dalam jebakan kerajaan. Mereka jatuh ke dalam ruang bawah tanah, ruang neraka, dimana para eksekutor terkuat kerajaan telah menunggu, The Order of Hungry Wolves, pasukan srigala kelaparan.

Akan tetapi, para penyihir kuat itu memperkenalkan diri, Natsu malah tertawa terbahak-bahak, "Buwahahahahaha!!!"

"Hei-hei Natsu, ingatlah keadaan kita." Ucap Lucy.

"Aku tahu, tapi, bwahahaha!! Coba lihat mereka, mereka pasukan kerajaan?" Natsu meremehkan, "Terutama kau." Natsu menunjuk salah seorang dari mereka, lelaki bertubuh kecil yang memang penampilannya agak konyol.

"Ja-jangan biarkan penampilan mereka menipu kalian ..." Ucap Arcadios terbata-bata, dengan tubuh yang masih tergeletak di atas tanah.

"Sempurna! Jalan keluarnya datang langsung ke kita!" Ucap Natsu.
"Ya, ini adalah sebuah kesempatan yang bagus untuk meminta mereka menunjukan jalan keluarnya pada kita." Ucap Mira.

"Lucy-san dan Yukino-san sedang tidak membawa kunci kan? Sebaiknya kalian diam saja disana." Ucap Wendy.

"Happy. Charla, kalian juga tetaplah disana." Lily telah berubah ke mode siap bertarung.

"A-apa kalian berencana untuk melawan mereka!?" Arcadios tampak kaget, seolah kelima eksekutor itu memang memiliki kekuatan yang jauh di atas Natsu dkk.

"Kalian tidak takut terhadap kami, The Order of Hungry Wolves, dasar para pendosa bodoh, kalian ...
Ayo cepat selesaikan ini" Ketua mereka memberi perintah.

"Ayo, Cosmos ..." Perempuan pemilik sihir kertas mengajak rekan satunya untuk menyerang, perempuan lainnya yang menggunakan sihir tumbuhan. Mereka berdua bersia untuk melancarkan suatu serangan kombinasi, yang dimulai dari si pemilik sihir kertas ...

----- Fairy Tail Chapter 308 -----

"Badai kertas, Tarian merah!!!" Ribuan kertas bagai peluru menyerang ke arah Natsu dkk.
"Aku akan membakar semuanya!!!!" Natsu bersiap dengan apinya. Akan tetapi, "Eh!?" Kertas itu tak terbakar dan mampu menerobosnya.

"Kertasnya tidak terbakar!?" Ucap Lucy kaget.

"Kertas merah adalah simbol dewa api." Jelas si pegguna kertas.

"Raungan Baga Langit!!!!" Wendy melindungi Natsu dengan menembakan angin untuk menghancurkan kertas-kertas itu. "Bagus, Wendy!" Ucap Charla.

Tapi kemudian, serangan susulan dari si pengguna sihir tumbuhan datang. D sekitar Wendy, muncul sesuatu semacam tumbuhan pemakan manusia, yang langsung menutup dan membungkus tubuh mungil gadis itu.

"Wendy!!"

Untuk saja, Mira cepat bertindak dan mampu menghancurkannya.

"Mira-san!" Wendy berterimakasih.

Serangan tak hanya berhenti sampai sana. Tumbuhan demi tumbuhan terus menyerang mereka. Akan tetapi, Lily mampu memotong semuanya menggunakan pedangnya. Tapi kemudian, satu lagi anggota mereka, seorang lelaki bertubuh gemuk besar menyerang hingga kucing itu terpental.

"Badai kertas, Tarian Ungu!!!!" Serangan dilanjutkan oleh si pengguna kertas, yang kembali menyerang dengan teknik yang mirip, hanya saja kali ini berwarna ungu.

"Apa ini!?" Kertas-kertas itu menyelimuti Natsu, dan ia tidak bisa bergerak.
"Aku tak bisa bergerak." Ucap Mira.

"Ungu adalah simbol dewa pengikat."
"Sungguh kombinasi yang cantik." Penyihir tumbuhan kembali bersiap untuk melakukan sesuatu, dan kemudian ia mengeluarkan sebuah tumbuhan raksasa pemakan manusia yang mampu menghisap segala yang ada di depannya.

"Besar sekali!!!!" Ucap Natsu, yang perlahan tubuhnya mulai terhisap.
"SIhir pemanggilan!?" Lucy juga mengalami hal yang sama.

"Makanlah dengan cantik, kehidupa dari para pendosa itu." Ucap si penyihir tumbuhan.

"Uwaghhhh!!!!" Hisapan tumbuhan itu semakin menguat, bahkan Lily yang bertubuh besarpun hendak terhisap ke dalamnya, "Benda itu akan menghisapku!!"

"Kyaaa!!!"
"Yukino! MIra memegangi tangan Yukino.

"Membatalkan keadaan fisik burukmu, sihir untuk menyembuhkan dari keadaan abnormal, Reze!!!" Wendy memberikan suatu pengaruh sihir pada Natsu, yang kemudian membuatnya mampu bergerak dengan bebas, tidak terhidap lagi.

"Yeah, aku bisa bergerak!" Ucap Natsu.
"Tapi, apa yang akan kau lakukan!?"

"Tentu saja kami menghancurkannya!"

Ternyata tak hanya Natsu, Lily dan MIra juga sudah siap untuk menyerang bunga raksasa itu.

"Woahhhh!!!!!" Serangan dilancarkan, dan sebuah ledakan yang dahsyatpun terjadi.

Di Istana, para tentara kerajaan tampak senang dengan dijebloskannya Natsu ke ruang Neraka, "The Hungry Wolves akan segera mengeksekusi mereka, yeah!"

Sementara itu sang putri malah tampak murung. Dalam hati ia berdoa, "Ku mohon selamatlah, Arcadios ..."

----- Fairy Tail Chapter 308 -----

Kembali ke sisi Natsu dkk. Setelah ledakan tadi, ruangan itu mengalami kerusakan yang cukup parah, puing-pung berjatuhan dimana-mana, dan mereka terpencar.

"Uhkkk!!!" Natsu keluar dari tumpukan puing batu.
"Hei, apa semuanya baik-baik saja!?" Natsu berteriak, tapi tak ada siapa-siapa disana.
"Hei, dimana kalian semua!??"

"Sepertinya mereka semua telah terpencar." Ucap seseorang di belakang Natsu, yang ternyata tak lain adalah ketua The Older of Hungry Wolves. "Prajuritku adalah penyihir-penyihir yang tangguh, tak seorangpun dari rekanmu yang akan selamat." Ucap sombong lelaki bertopeng itu.

"Untuk apa aku datang kesini kalau harus kehilangan Lucy." Ucap Natsu.

Mereka memang benar-benar terpencar, termasuk para anggota The Okder of Hungry Wolves. Pertarungan terbagi. Natsu berhadapan dengan sang ketua, Wendy bertemu dengan perempuan penyihir tumbuhan, Lily dengan lelaki bertubuh besar, kemudian Mira bertemu dengan penyihir kertas. Dan terakhir, sisanya (Lucy, Yukino, Happy, Charla, dan Arcadios) bertemu dengan si lelaki bertubuh kecil.

"Apa kita terpencar dengan yang lainnya?"
"Kenapa kita yang tak punya kekuatan harus terkumpul disini!?"
"Kita bahkan tak punya kunci."

"Ayo kita cari yang lainnya." Saran Happy. Tapi tiba-tiba, "Uwaaa!!!" Tubuhnya terangkat oleh sesuatu.

"Happy!?"

"Aku berhasil memancingmu, tai!!" Ternyata itu ulah si lelaki bertubuh kecil, yang memancing Happy menggunakan sihirnya. "Aku bukan ikan!!" Happy meronta.

"Ya, kau benar." Lelaki itu lalu melempar tubuh Happy hingga membentur tiang.

"Siapa orang itu?"

"Eksekutor Uosuke." Lelaki itu memperkenalkan diri.

"Nama yang cantik." Ucap Lucy.
"Aku yakin bisa mengalahkannya meski tanpa sihir." Ucap Happy kesal.
"Tepat sekali" Ucap Charla.

"Kalau kalian blang begitu, aku akan marah." Ucap Uosuke, masih tetap dengan tampang bodohnya.

"Mungkin saja kita bisa menang, dia hanya orang kecil!" Ucap Lucy percaya diri.
"Ya" Ucap Yukino.

Akan tetapi, tidak dengan Arcados, ia malah tampak ketakutan dan berkata, "Ini buruk. Dikatakan kalau setiap ia mengeksekusi seseorang, bahkan tulang merekapun tidak tersisa."

"Eeeeh!?"

Bersambung ke Alur Cerita Fairy Tail 309 minggu depan.

Jika kamu menyukai Postingan Diitra, silahkan Follow Blog ini dan klik SUKA di FanPage Diitra di bawah ini! Terimakasih :)
Read More..

Senin, 12 November 2012

Alur Cerita Fairy Tail 307 : Serigala-serigala yang Lapar





Alur Cerita Fairy Tail 307 : Serigala-serigala yang Lapar
Disclaimer : Hiro Mashima.
Teks Versi oleh CTKFT

Sebelumnya : Alur Cerita Fairy Tail Chapter 306


Hari terakhir di Grand Magic Battle - Hasil saat ini.
1. Fairy Tail (50P), Sisa pemain (5).
2. Sabertooth (49P), Sisa pemain (4).
3. Lamia Scale (49P), Sisa pemain (3).
4. Mermaid Heel (43P), Sisa pemain (2).

Cerita sebelumnya di Fairy Tail. Di Grand Magic Battle, Gray bertarung melawan anggota inti Sabertooth, Rufus. Meskipun dia dianggap lebih rendah keahliannya dan kekuatannya, tapi Gray mampu mengalahkannya berkat sebuah perasaan semangat yang mampu melampaui kekuatan fisik. Dan kemenangan pun ia peroleh.

Inilah Fairy Tail, mereka takkan pernah kalah melawan musuh yang sama untuk ke dua kali!!!!


Hanya saja dipihak lain ada yang tidak merasakan perasaan yang sama seperti Gray, yang merasa bahagia atas keberhasilannya.

Mata yang merasa bersalah atas perbuatan dan hati yang merasakan iba. Putri Hisui, dia berwajah sedih saat semua orang berbahagia. Prajurit bawahannya bersukaria dibelakang dirinya, tapi tidak untuk dirinya.

Putri Hisui sendirilah yang menyebut Natsu dkk sebagai seorang "Pencuri" dan dialah yang menjebak Natsu dkk, tapi dia malah merasakan dirinya telah berbuat dosa.

Sementara itu di Grand Magic Battle. Kemenangan Gray disambut meriah oleh kawan-kawannnya dan dari kemenangan itu, Gray akhirnya bisa membuat Master Mavis kembali tersenyum.

"Rufus tumbang!!! Gray menang!!! Gray dari Fairy Tail!!!" Chapati Lola selaku pembawa acara menyambut kemenangan bagi Fairy Tail.

"Yeahhh~!!! Bagus!!! Kau hebat, Gray!!! Pertahankan!!!" Semua teman di Guild sangat bangga, dan Master Mavis dia tersenyum bahagia."Itu mengaggumkan." Gumaman bangga darinya.

Dan dengan ini tim Fairy Tail menobatkan diri sebagai satu-satunya tim terkuat diarena.
"Dengan ini, Fairy Tail satu-satunya tim yang tersisa 5 anggota sehat." Kata pembawa acara Chapati Lola pada komentator arena, Yajima.
"Mereka memimpin." Sahut Yajima dengan wajah bangganya.
Tapi Matto (Manusia Labu) menjadi tertekan atas kekalahan Rufus, si idolanya.
"Uwaaaan, Rufus yang tak terkalahkan!!!" Manusia Labu Shock.

Kekalahan Rufus mengguncang tim Sabertooth. Orga terkejut saat melihat temannya kalah ditangan Fairy Tail, Gray.
"Jadi mereka mengalahkanmu, Rufus." Gumam Orga saat ia melihat hasil pertarungan didepan layar LacriamaVision dikota (Arena).

Dan sementara itu disisi lain dikota. Rogue juga kaget atas kekalahan Rufus yang sangat mengejutkan itu, dia merasakan bahwa Fairy Tail bukanlah Guild yang hanya omong kosong belaka.
"Fairy Tail memang kuat.... Tapi Gajeel... Sampai kau kukalahkan..." Rogue menggumam hingga hatinya menjadi keras pada tekatnya.

Tapi hal ini justru menambah beban berat buat Frosh, dia tidak ingin membuat Lecktor menjadi kecewa atas kekalahan ini. Jika Rufus kalah bisa jadi Sting dan Rogue pun akan segera ikut kalah dan pada akhirnya tim Sabertooth kalah dari Turnament. Frosh tidak mau membuat kepergian Lecktor menjadi sia-sia dan membuatnya kecewa.
"Rufus..." Frosh mulai putus asa, dia merasa khawatir dan sedih.

Tapi tidak untuk Minerva. Wanita muda ini justru tersenyum licik menyiasatkan sebuah niat buruk.
"Apakah Sabertooh... akan hancur? Atau... Sting..." Gumaman halusnya yang begitu terdengar sangat jahat.
Lalu apa yang dimaksud dan direncanakan oleh perempuan ini dengan menyebut nama, Sting.

Sedangkan Sting, dia duduk termenung murung disamping bangunan disebuah jalanan himpit.
Dia masih mengingat kejadian semalam yang telah merenggut teman baiknya, Lecktor. Sting selalu mengingat kejadian itu, dimana sang Master zalim itu mengambil Lecktor dari dirinya. 
Sting hanya bisa menyebut nama teman baiknya yang selalu menemaninya setiap saat. "Lecktor." Sosok Lecktor sudah tidak bisa lagi dilihat oleh kedua mata.

Bayang-bayang kejadian itu mulai kembali terbayang dimata Sting.

#Taman Crocus (Malam hari sebelum Turnament terakhir Grand Magic Battle).
"Gwaaaahh~ Ahhh~!!!" Teriakan rasa sakit yang sepadan dengan perbuatannya. Darah segar muncrat dari dalam mulut Master bejat ini, Gemma.

--BRUAAK~!!--

"Ba.... Bagaimana kau..." Gemma tidak percaya dia dikalahkan oleh anggotanya sendiri, Sting. Dan tubuh besar Gemma pun ambruk kelantai.
Semua anggota Sabertooth yang berada disana terkejut sekali melihat ulah Sting.

Rogue hanya bisa diam kaget, menyaksikan kawanya menghabisi Master Sabertooth untuk membalas perbuatannya.
"Sting." Ucap Rogue, dia mencemasi Sting. "Uwaaah~" Frosh masih menangisi kepergian Lecktor dipelukan Rogue.

Akan tetapi kejadian ini justru membuat putri kandung Master Sabertooth bersyukur.
"itu bagus." Katanya sampai membuat Sting menoleh kaget.
"Uuoohhh~" Gemma tersungkur kesakitan hanya bisa menatap mata putrinya, dan sedangkan putrinya. Dia tersenyum kecil menyaksikan ayah kandungnya menderita kesakitan.

"Mari kita akhiri masa teror ayahku. Karena kekuatan Sting sudah melampaui ayahku, dia kandidat yang pantas untuk menjadi Master selanjutnya." Ucapan pedas keluar dari mulut Minerva, dia benar-benar membenci ayahnya.
Gemma sangat terkejut sekali mendengar hal itu, bahwa putrinya itu tidak memiliki belas kasihan sedikit pun pada dia sebagai ayah kandung. "Minerva. Apa yang kau..." 

"Diam, kami tidak butuh pecundang. Seperti Logikamu." Minerva membentak ayahnya.
"Gh..." Gemma geram marah tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia merasa dikhianati putrinya sendiri.

Kemudian Minerva mendekati Sting, dia coba menjelaskan kepada Sting mengenai perbedaan mengapa Sting bisa mengalahkan Master Guild terkuat Sabertooth tapi kenapa tidak bisa mengalahkan Natsu.
"Sting... ada satu hal.. ... yang Natsu punya tapi kau tidak. Itu adalah kekuatan perasaan." Kata Minerva.
"Kekuatan perasaan." Sting mengulang ucapan Minerva, dia sungguh benar-benar kaget.

"Kau secara tak sadar telah dipengaruhi oleh ayahku. 'Kita tak butuh teman', 'Kekuatan adalah segalanya'. Bagaimanapun, kau berbeda. Perasaanmu pada Lecktor bisa menjadi kekuatan. Dan sekarang kau punya kekuatan ini... ...Kau bisa melampaui Natsu." Minerva memberi dorongan pada Sting, ia seolah memliki niat lain.

Sting paham apa yang dia katakan tapi Sting merasa itu tidak penting, bagi Sting yang terpenting adalah Lecktor.
Sting menundukkan kepalanya, ia gemetar sedih ia berniat untuk menolak. "Nona... Aku..." Tapi Minerva memotong perkataan Sting, dengan kabar gembiranya.

"Jangan khawatir. Lecktor masih hidup."
Rasa sakit dihati Sting tiba-tiba terobati, Sting merasa sangat lega sekali.
"Aku mengirimnya ke tempat lain dengan sihirku." Minerva menyambung ucapannya.
"Be-benar, Nona..?" Tanya Sting coba meyakinkan dirinya.

Bukan hanya Sting saja yang senang mendengar kabar itu, Frosh juga senang sekali akhirnya dia tidak akan sendirian lagi.
"Lecktor masih hidup..." Frosh bergemilang air mata.

Seketika itu Sting terduduk didepan Minerva berkecuran air mata.
Hampir saja satu-satunya teman yang ia kenal sejak kecil itu pergi selamanya. Sting sangat bersyukur sekali pada Nona Minerva ini, meskipun licik tapi ternyata masih punya hati.
"Terimakasih!!! Terimakasih, Nona!!!! Tolong kembalikan Lecktor... Aku sangat... Uh.. Berterimakasih..."

Akan tetapi wanita ini justru diluar dugaan, kepeduliannya terhadap orang lain masih terbatas.
"Jangan merengek... Aku takkan mengembalikan Lecktor sampai kau memenangkan Grand Magic Battle." Bentakkan wanita ini dengan suara halusnya dihadapan wajah Sting.

Rogue, Rufus, Orga dan anggota lain Sabertooth kaget mendengar perkataan wanita ini dengan maksud yang ingin memanfaatkan Sting.

Sting makin sedih mendengar syarat dari Nona Minerva untuk bisa bertemu Lecktor kembali.
"Apa katamu, Nona..? Kumohon... kembalikan Lecktor sekarang..." Sting memohon-mohon padanya.

"Aku berbeda dari ayahku, bagaimanapun. Aku masih berfikir bahwa Sabertooth harus jadi Guild No.1 Kau harus buktikan bahwa kau jadi lebih kuat. Dengan menang, kita akan tunjukkan kekuatan kita pada orang-orang." Minerva memberikan ketegasannya pada Sting, lalu ia mengancam Sting. "Jangan coba gegabah. Ingat bahwa Lecktor ada di tanganku." Ancamannya dengan suara kasar.

Malam itu membuat jati diri Sting berubah, dia berjanji pada dirinya sendiri. Hari ini, Turnament ini apapun yang terjadi dia harus menang demi Lecktor. Sting tidak ingin lagi kejadian semalam terulang kembali, jika itu terulang maka Sting tidak akan pernah memaafkan dirinya.
"Aku akan menang... ...Apapun caranya." Hati dan tekat Sting kembali kuat, dia akan menyelamatkan Lecktor.

Sementara itu jauh dari ajang Turnament Grand Magic Battle, dimana saat ini Natsu dkk berusaha mencari jalan keluar dari kuburan bawah tanah Istana kerajaan Fiore. 
Sudah hampir berjam-jam tapi Natsu dkk tidak bisa menemukan jalan keluar.

"Natsu langit-langitnya juga sudah tertutup." Lapor Happy sambil terbang bersama Charla.
"Sial!!!" Natsu mulai marah.
"Kami tak melihat pintu keluar." Charla juga melapor.
"Padahal sudah sejauh ini!!!" Natsu mulai geram kecewa.
Mendengar Natsu sudah putus asa, Mira coba menggurau. "Kesini untuk mengalahkan mereka dan mereka kalahkan kita..." Ucapannya sedikit tertawa.
"Memalukan ya..." Wenndy menyahut Mira.

"Kalau aku tahu aku akan menggambar peta di tubuhku." Tanggap Lilly sedikit kesal.

Lucy mulai merasa bingung, bagaimana dengan Turnamentnya kalau Natsu ada disini. Apa dia tidak ikut. "Ngomong-ngomong Natsu, turnamentnya?" Tanya Lucy coba menyadari Natsu tentang ajang Turnament di hari terakhir ini yang sangat penting.
"Juvia menggantikanku." Jawab Natsu.
Tiba-tiba Happy memotong pembicaraan. "Dia pasti ingin menyelamatkanmu." Cetus Happy tangannya sambil menutup mulut.

Tapi Natsu hanya bereaksi tenang saja, mungkin dia tidak paham maksud Happy.

"Wah, kau membuatku merona." Lucy terpesona, tindakkan Natsu membuatnya jatuh hati. Tapi Natsu hanya diam saja, dia kurang tertarik.

Lalu Natsu bertanya pada Yukino, karna Yukino ikut bersama mereka jadi Natsu coba bertanya keadaannya. "Aku tak lupa tentangmu." Kata Natsu.
"Aku baik-baik saja." Jawab Yukino, tetapI tiba-tiba Mira muncul dibekalangnya dia hampir saja kaget.
"Bukannya gadis ini mirip Lisanna?" Tanya Mira pada yang lain sambil memegangi pundak Yukino, hingga Yukino kaget.

"Kalau dipikir-pikir." Lucy menyahut Mira, tapi Yukino bingung maksud mereka tentang Lisanna."Siapa Lisanna??" Tanya Yukino pada mereka.
Mira menjawab Yukino dengan memberi senyuman manisnya padanya. "Adikku." Jawab Mira, Yukino pun menoleh kaget kearah Mira dibelakangnya.

Tiba-tiba Charla muncul memberi kabar baik setelah lama berkeliling mencari jalan keluar.
"Hei!!! Ada lorong disini!" Teriaknya memberitahu yang lain.
"Oh." Natsu senang.
"Bagus Charle." Happy memuji Charle.

Rupanya ada sebuah celah sempit di bawah bebatuan, dan celah itu ternyata merupakan jalan kecil menuju ketempat lain.
Lorong kecil itu sangat dalam dan sempit sekali, disana juga ada berberapa tengkorak-tengkorak manusia yang sudah mati.
Natsu dkk coba masuk ke lorong itu tapi ternyata itu tidak mudah, disana sangat sempit, bahkan Lucy hampir nyangkut gara-gara dadanya terlalu besar.

"Sempit!!!." Keluh Lucy, badanya tidak bisa bergerak.
Bukan hanya Lucy saja, Natsu, Mira dan yang lain juga.
"Kalau kita bisa lewat..." Kata Natsu tapi terhenti karna Wenndy berhasil keluar dari lorong dan dia sampai disisi lain gua.
Dan ternyata disana ada seseorang laki-laki terbaring tak berdaya. "Ada seseorang." Kata Wenndy memberitahu pada yang lain.

Natsu dkk akhirnya bisa keluar dari jalan lorong sempit itu, dan pada saat mereka menghampiri lelaki itu merekapun terkejut ternyata lelaki itu adalah Arcadios.
Seluruh badan Arcadios luka memar, dan disamping kirinya berbaring ada sebuah tongkat kayu patah, mungkin ia gunakan tongat itu untuk berjalan tetapi sepertinya ada seseorang yang menyerangnya sampai tongkat itu patah.

"Arcadios" Yukino Kaget saat melihat wajah lelaki itu yang ternyata adalah Arcadios, atasannya.
"Pria itu..." Ucap Lucy kemudian disambung oleh Charla didalam batin. "Ksatria putih." Charla kenal betul sosok lelaki ini, dia pernah melihatnya didalam mimpi tapi Charla tidak berani memberi tahu kepada yang lain.

Natsu coba menyadarkan Arcadios tapi dia sudah tidak sadarkan diri.
"Hei!!! kau baik-baik saja?? sadarlah!!" Natsu coba membangunkannya.
"Kenapa dia ada disini?" Tanya Wenndy, bingung.
"Apakah dia dibuang kesini seperti kita?" Duga Lucy.

Tiba-tiba Arcadios mulai bangun sadar. "Uh... La..Rilah." Ia coba memberi tahu sesuatu, menyiaratkan Natsu dkk untuk pergi.
Namun terlambat, sesosok bayangan pria bertubuh besar berdiri tepat dibelakang Natsu dkk dan dia mengayunkan tangannya untuk memukul mereka.

--BRUUUAKK~!!--

"Wuahhh~!!" Lelaki misterius itu memukulkuat hingga dari pukulannya memuncratkan cairan aneh.
Untungnya Natsu dkk bisa menghindar, Natsu dengan cepat menggendong Arcadios.

"WUahhh!!!" Wenndy dan yang lain lari menhindar dari pukulan pria itu, tapi dari pukulannya memuncratkan cairan yang hampir saja mengenai Wenndy, Lucy dan yang lain.
--CRAAASH~!!--
Cairan itu melelehkan bebatuan didalam gua.
"Ini..." Lucy kaget sekali, untungnya dia tidak kena.
"ASAM." Sambung Lilliy, dan ternyata itu adalah cairan asam. Kalau saja terkena asam itu maka tubuh mereka bisa meleleh.

Lelaki itu ternyata tidak sendiri, tiba-tiba muncul sesorang pria botak.
Pria ini berjalan sambil menggoyangkan tangannya kedepan dan membaca mantra menakut-nakuti Wenndy.
"Tai Tai TAiI!!!!... Tai?" Pria separuh botak ini muncul didepan Wenndy, hingga Wenndy ketakutan.
"Ehh..." Wenndy terpojok, tidak bisa bergerak didepannya ada orang aneh.

Tiba-tiba pria separuh botak itu mengangkat sebuah bendera sambil berteriak-teriak.
"Tangakapan Besar!!!" Teriakannya.
--BRUAASH~!!--
"TAIII" Ketika mengangkat bendera, pasir-pasir digua itu terangkat ke atas sampai membuat Natsu dkk terhempas.

"Wuaaaahhhhhhh~" Natsu dkk terpelanting keatas.

Daya hempas yang dihasilkan sangat kuat sekali, hampir saja Wenndy dan Lucy terpelanting jauh.

"Siapa mereka..?" Natsu mulai marah.

Namun tiba-tiba dicelah-celah bebatuan muncul tanaman dan tanaman itu makin lama makin membesar hingga berbunga.

Dan dari dalam kelopak salah satu bunga yang berbentuk besar, muncul seorang wanita.

"Ada Lagi!!!" Lilly Kaget.

Ternyata itu masih belum cukup. Hembusan angin membawa selembar kertas putih polos menuju kearah mereka, kertas itu tiba-tiba membelah diri hingga menghasilkan ribuan kertas putih. Lalu kertas itu mengumpul menjadi satu hingga membentuk sosok wanita.

"Lagi!!!" Natsu dkk mulai terkepung.
"Ini adalah unit Indipenden yang mendukung kerajaan dari belakang... Eksekutor terkuat kerajaan. Printah Serigala Lapar." Arcadios coba memberi tahu mereka, bahwa mereka berempat ini bukanlah lawan yang mudah. Dan bahkan Arcadios sendiri pun tak sanggup melawan mereka.

"Printah Serigala lapar. Misi ke-1500, Mulai."
Merekaa bukan berempat tapi berlima, si pemimpin muncul dibelakang dan wajahnya tertutup oleh topeng besi dengan membawa duabuah kapak besar dipunggung lelaki ini sangat mengerikan.

Pria separuh botak dengan penderanya, lelaki bertubuh besar bersama Beer dimulutnya, dan juga dua Wanita chantik, Natsu dkk tidak akan sanggup melawan mereka.

"Karena mereka di sinilah jadi mustahil untuk kabur dari Istana Neraka" Kata Arcadios, tubuhnya gemetar kesakitan akibat perkelahiannya dengan kelima Serigala ini.
Natsu dkk mulai memberi pandangan seriusnya kepada kelima orang itu, tidak ada pilihan lagi selain bertarung.

"Dengan hak spesial yang diberikan pada kami, printah Serigala lapar, unit Independen Fiore... Kami akan mengeksekusi para Kriminal." Kata pemimpin Srigala itu dengan matanya yang tajam melotot.

Dibalik meriahnya hari terakhir di ajang Turnament Grand Magic Battle, sisi kegelapan Fiore menunjukkan taring bisanya!!!

Bersambung ke Alur Cerita Fairy Tail 308 : Fairy Tail vs Eksekutor


Jika kamu menyukai Postingan Diitra, silahkan Follow Blog ini dan klik SUKA di FanPage Diitra di bawah ini! Terimakasih :)
Read More..

Alur Cerita Fairy Tail 306 : Gray vs Rufus



Alur Cerita Fairy Tail 306 : Gray vs Rufus
Disclaimer : Hiro Mashima.
Teks Versi oleh CTKFT

Sebelumnya : Alur Cerita Fairy Tail Chapter 305


Hari terakhir di Grand Magic Battle - Hasil sementara.
1. Fairy Tail (49P), Sisa pemain (5).
2. Sabertooth (49), Sisa pemain (5).
3. Lamia Scale (49), Sisa pemain (3).
4. Mermaid Heel (43), Sisa pemain (2).

Sebelumnya di Fairy Tail, misi Natsu dkk untuk menyelamatkan Lucy dari pihak kerajaan akhirnya berhasil. Tapi, saat mereka mencoba keluar dari ruangan penjara mereka terkena jebakan. Lantai dimana mereka berdiri tiba-tiba terbuka lebar hingga akhirnya mereka pun jatuh kedalam jurang bawah tanah Istana.

Dan ternyata jebakan itu sengaja dibuat oleh kerajaan untuk menjebak Natsu dkk, dan tentu juga berkat putri Fiore yg bernama Hisui dan jebakan pun akhirnya berjalan dengan baik.

Natsu dkk mencoba mencari cara untuk keluar dari jebakan putri Fiore itu namun tingkat keselamatan disana tidak ada alias 0%. Tidak ada cara bagi mereka untuk keluar, memanjat ke atas pun hanya membuahkan hasil percuma karna dinding bebatuan disana sangatlah licin. Bila terpeleset saja hasil celaka.

Kegelisahan dan Kehawatiran menghantui Natsu dkk, mereka terus berfikir mencari cara untuk keluar tapi dimanakah jalan keluar perangkap Istana ini??

Sementara itu disisi lain di ajang Turnament, pertemuan antara Gray dan Rufus menghebohkan stadion Domus Flou.
Layar lebar LacrimaVision terpampang lebar dihadapan para penonton, di layar itu menampilkan pertemuan Gray dan Rufus.
"Didaerah perpustakaan, terlihat Gray dari Fairy Tail, dan Rufus dari Sabertooth!!" Seru pembawa acara Chapti Lola. 

Sedangkan itu Master Mavis yg menyuruh Gray ke perpustakaan dia hanya diam berdiri didepan anggota Guild lainnya, dan matanya menatap fokus ke jalannya acara pertandingan. Anggota Guild lain tampak heran dengan sikap Mavis itu, mereka pun bertanya apakah ini salah satu taktik Master Mavis atau bukan.
"Apa ini termasuk dalam Strategi anda juga, Master Pertama??" Romeo bertanya pada Mavis.
"Ya." Mavis menjawab dengan suara tegas.
"Jadi, ini akan menjadi kemenangan bagi Gray!" Sambung Warren, dia kelihatan mulai percaya diri.
"Aku tidak tahu." Mavis menjawab dengan suara kasar membuat Elfman terkejut dengan jawaban Master Mavis. "Apa??" Elfman kaget.
"Tapi, dia harus menang. Rufus adalah kunci strategi dari Sabertooth." Sambung Mavis, dia menaruh harapan besarnya pada diri Gray.

Sejak hari itu Master Mavis percaya pada Gray, sebelum saat itu tiba Master Mavis meragukannya.

Semalam rupanya Master Mavis mengadakan pertemuan Rahasia dengan anggota tim Fairy Tail termasuk Juvia, di kedai minuman tanpa sepengetahuan anggota lain termasuk Makarov.
Laxus, Gajeel, Gray, Juvia dan Erza mereka semua diberi arahan oleh Master Mavis di ajang besok, tapi cuman ada satu yg menjadi kesulitan buat mereka semua. Yaitu, Rufus salah satu ahli strategi Sabertooth.

"Jadi apa masalahnya sekarang? Rufus bisa mendektesi lokasi semua orang?" Tanya Gajeel sambil duduk santai.
"Tepatnya." Master Mavis menjawab dia berdiri didepan peta dinding kota Crocus, tapi dia berhenti melanjutkan ucapannya.
"Jadi dengan kata lain, pertamatama kita harus mengalahkan Rufus." Erza memberi kesimpulan.

Tiba-tiba Gray berdiri dari kursinya dan emosinya mulai bangkit, Gray sangat ingin sekali mengalahkan orang yg dulu pernah mengalahkannya di hari pertama.
"Biar aku yg menghadapinya." Gray memotong pembicaraan.
"Gray-sama" Juvia sedikit cemas.
"Ini akan baik-baik sajakan, Master pertama??" Tanya Gray pada Master Mavis.

Sedangkan itu Master Mavis lesu untuk menjawab, ia tau Gray tidak akan sanggup menang menghadapi Rufus.
"Menurut perhitunganku, kemampuanmu sangat tidak kompatible dengan Rufus... kemungkinan kau menang adalah..." Ucapan Master Mavis terpotong oleh emosi Gray. "Aku tidak peduli dengan hal itu!!" Gray membentak dengan suara kasar.
"Kami akan menyelamatkan Lucy, dan membalas apa yg mereka lakukan. Kumohon ijinkan aku bertarung, sebagai penyihir dari Fairy Tail." Sambung Gray dengan nada halus tegas. 

Kembali ke Domus Flou pada waktu saat ini. Angin kencang menerpa Master Mavis, Master Mavis terus menatapi Gray dia menaruh kepercayaannya pada Gary.
"Kadang-kadang, Emosi dapat mengalahkan perhitungan, Tunjukkanlah padaku kekuatan Emosimu." Gumamnya.

Sementara itu diperpustakaan, yg akan menjadi saksi pertarungan antara Gray dan Rufus. Disana Gray berdiri didepan Rufus, sedangkan Rufus duduk santai membaca buku yg berjudul "Lo Memory".

Tiba-tiba Gray melakukan serangan kejut pada Rufus.
"Aku datang, kau si keparat bertopeng!!" Teriakan Gray mengamuk.
--Shut~---
Rufus menutup bukunya dan ia hanya tersenyum kecil, Gray datang menyerangnya.

"Ice Make... FREEZE LANCER!!!"
--CRASSSSSH!!!--
Gray menembakan tombak-tombak Es-nya ke arah Rufus secara berutal.
--BRUAKKK!!!--
Tembakan Gray berhasil menghancurkan Kursi Rufus hingga lantai perpustakaannya. Tapi, tidak berhasil sedikit pun menyentuh Rufus.

Rufus melompat kebelakang, menghindari serangan Gray. Dan saat itu juga ia mengaktifkan kemampuan kususnya itu dengan bergumam. "Mengingat."

Tapi Gray, dia kembali melakukan penyerangannya pada Rufus tanpa mewaspadai taktik dari kekuatan kusus Rufus.
"Kau tak dapat kabur!!!" Amarah Gray mulai memuncak.
"Ice Impact!!!!"

--BRUAKKK!!--

Gray mengubah Es-nya menjadi senjata Bor raksasa, tapi Bor itu hanya mengenai lantai saja sedangkan Rufus dapat menghindarinya dengan hanya mengucap kata "Menghindar". Iapun berhasil menghindar dengan cara bersalto kebelakang, apakah itu mungkin salah satu kemampuan kusus dari Rufus?? padahal pada waktu itu dia tidak akan senggup menghindar. 

Dan lagi-lagi pada saat yg bersamaan Rufus kembali bergumam kata. "Mengingat."

Gray mulai marah, Rufus hanya santai-santai saja menghadapi serangannya dan malahan menggumam.
"Apa yg dari tadi kau gumamkan disana??" Tanya Gary padanya.
"Ingatan dapat menjadi senjata." Jawab Rufus sambil ia mendarat dan berpijak di lantai.
"Aku mengingat sihir yg sudah ku lihat, dan menjadikannya panutan, aku membentuk sihir baru." Tambah Rufus menjawab Gray.

"Apa maksud perkataan mu..." Gray bingung.
"Ingatanku pada Sihir Es mu. Dan ingatanku pada sihir Orga. Aku ingat Memory Make..." Jawab Rufus dengan nada halus, Lalu ia melanjutkannya dengan mengucap sihirnya. "Freezing Sword Of Black Lightning! (Pedang petir hitam yg membeku)

--BLAR!! BLAR!!--

Diberbagai tempat di perpustakaan itu tersambar oleh petir hitam, dan dari hasil sambaran petir hitam itu tiba-tiba muncul kristal Es tajam yg langsung membeku. Keristal Es tajam itu dengan cepat merayapi tubuh Gray hingga membuat tubuhnya menjadi beku.
"Guahh!!" Gray terpojok dia tidak bisa lolos dari kristal Es Rufus.

Kawan-kawan Guild jadi khawatir dengan kondisi Gray.
"Gray!!!" Jet cemas.
"Orang itu... dia dapat menciptakan sihir baru sendiri?" Droy tersedak kaget, sampai makanan di mulutnya keluar.

Rufus hanya tenang menghadapi Gray, dia santai saja. Dan saat-saat Gray membeku, Rufus coba menyerangnya sekali lagi 

"Fanged Pillars Of Turbulence! (Pilar Taring Kekacauan)."
Dengan gumaman halusnya Rufus mengucap sebuah mantra sihir.
--WUUUSHHH~--
Lalu, tiba-tiba muncul belasan angin puting beliung dihadapan Gray. Angin itu dengan cepat menuju ke arah Gray hingga ia terpojok. Gray yg mulanya membeku akibat Es Rufus, tiba-tiba Es itu menghilang dan seketika berubah menjadi angin puting beliung.

"Shield!"
--PRAKKK~!!--
Gray dengan baik dapat mengatasi kondisi buruknya, dan saat itu juga ia menciptakan sebuah lapisan Es berbentuk kristal. Angin puting beliung Rufus tidak mampu menghancurkan Kristal pertahanan Gray, dan Gray pun akhirnya selamat.

Tapi Rufus malah tersenyum tenang. Baginya ini sangatlah mudah, karna dia punya kemampuan kusus melebihi siapa pun dan bahkan Gray.
Rufus pun menggerakkan tangan dan jarinya sambil mengucap kata. "Shield... Memorize. Dan lupakan"

--BRAKKK~!!--
Kristal Es Gray tiba-tiba berlubang dibagian tengah hingga angin Rufus pun masuk menyerangnya.
--BRUAKKK~!!--
"Perisai ku mengilang~ Guahhhh~" Kristal Gray lenyap didepan matanya, lalu iapun terkena Angin puting beliung Rufus.

Para penonton yg menyaksikan peristiwa itu pun mulai ribut membicarakan sihir kusus Rufus.
"Sungguhan?" Kata penonton dengan espresi kagetnya.
"Dia dapat membuat benda-benda terlupakan (Lenyap) juga!?" Kata penonton disebelah, tegang.

Sama halnya dengan kawan-kawan Guild, tapi mereka panik.
"Si Rufus itu benar-benar bisa menciptakan semua sihir yg dia mau..." Kata Lisanna.
"Jadi sihir yg barusan dia gunakan, tak dapat dipakai lagi!?" Simpul Cana.
"Benar-benar tidak adil!" Elfman marah.

Tapi, Master Mavis hanya diam saja.

Kembali pada pertarungan Gray dan Rufus. Angin Rufus sudah hilang dan Gray pun berhasil lolos tapi ia menderita banyak luka hingga bajunya sobek-sobek.
"Pertarungan ini adalah lagu dariku untukmu, lagu kematiamu. Ukir itu dalam ingatanmu. Kalau kau tak dapat mengalahkanku." Kata Rufus, dengan suara liciknya sambil ia merapikan topi bangsawannya.
"Baiklah... aku heran... " Kata Gray membalas dan seketika itu ia melepas baju sobeknya dan lalu membuangnya, hingga penonton pun heboh.

"Ahhhhh~" Suara seruan memukau penonton memandangi tubuh Gray.
"Dia telanjang!!! Dia telanjang!!! Dia telanjang!!!" Chapati Lola pun pucat dibuat oleh Gray, dia pun berubah heboh.
Aksi Gray yg telanjang itu membuat banyak dari penonton wanita menutup matanya, tapi ada juga yg tidak. Ada juga ibu-ibu menutup mata anak perempuannya tapi malahan matanya sendiri kesenangan menikmati pandangan tubuh Gray.

Sementara ditempat lain. Juvia yg menyaksikan pertarungan Gray tiba-tiba berbalik arah, dia pun langsung menutup matanya dengan kedua tangan.
"Gray-sama" Juvia malu melihat badan Gray yg bugil itu.

Lalu apakah yg sebenarnya terjadi, apakah Gray benar-benar telanjang bulat.

Tapi ternyata tidak, Gray hanya mencopot bajunya dan dia masih mengenakan celana. Disangka penonton dia bakalan BUGIL tapi ternyata tidak.

Gray kembali melanjutkan ucapannya, dengan mata yg melotot tajam kearah mata Rufus."Semejak aku memiliki tanda Fairy Tail dibadan ini... aku tak pernah kalah pada musuh yg sama dua kali." Tegas Gray.

Rufus membalas dia, dengan senyuman kecil namun licik.
"Baiklah, kau punya sebuah rencana?" Rufus malah mengajukan pertanyaan pada Gray, ntah apakah itu hanya untuk memancing amarah Gray atau hanya dia sengaja.

Tiba-tiba amarah Gray memuncak, dan dia lalu mempersiapkan posisinya.
"ICE MAKE!!!"
Tapi lagi-lagi Rufus merespon dengan mengucap. "Mengingat."
Namun Gray, dia belum habis mengucap kata mantra. Dia pun melanjutkan ucapan mantra sihirnya. "Unlimited!!! (Tak Terbatas)."
Seketika itu juga Rufus terkejut mendengar ucapan Gray.

--CLANKK~!! CLANKK~!!--
Kali ini Gray benar-benar besungguh-sungguh, dia menggunakan segala kekuatanya untuk mengalahkan Rufus. Gray menciptakan berbagai jenis pedang dari Es, dan pedang itu menyangkut dipinggiran Es. Gray menciptakan Es panjang dengan sisinya yg berbentuk tajam bersamaan dengan pedang yg menyangkut disisinya itu, Gray pun memutarkannya hingga Rufus terkejut.
"Ini...! Cepat sekali penciptaan sihirnya!!" Rufus mulai terpojok, dia tidak menyangka Gray bisa menciptakan sihirnya dengan sangat cepat sampai dirinya tidak bisa menggunakan kemampuan "Mengingat." untuk memanipulasi sihir Gray.

Saat itu juga Gray makin cepat memutar tubuhnya hingga Es disekeliling badanya berputar layaknya roda berduri.

Gray lalu mengarahkan Es berduri pedangnya itu kearah depan, Tali Es berduri serta puluhan pedang tajam itu pun siap menusuk Rufus.

"Apa kau mengiatnya??" Tanya Gray, dengan nada tegas. Dan saat itu juga Gray menepuk tangannya ke telapak tangan, Es itu pun langsung menyerang Rufus. 

Semua kawan-kawan Guild senang sekali, Gray akhirnya bangkit kembali.
"Ini dia!!" Macao tambah bersemangat.
"Kalau menciptakan sebanyak itu sekaligus...!!!" Kata Wakabe dia kelihatan heboh, begitu juga dengan Romeo.

Lalu bagaimana dengan Rufus sendiri, apa dia bisa mengantisipasi sihir Gray??

Gerakan Gray yg cepat itu bagai seorang yg sedang menari ditambah lagi jumlah senjata pedang yg banyak sekali, membuat kepala Rufus pusing hingga kekuatan mengingatnya tidak bisa berkerja sama sekali.
"Pengingatanku... Tak dapat... Mengikutinya??" Kepanikan mulai menyerang Rufus, dia akhirnya pasrah menerima serangan Gray.

Mata Gray mulai melotot kearah Rufus, sebuah tanda akhir bagi Rufus.
"One Sided Chaotic Dance! (Satu Sisi Tarian Kekacauan)"

--BRUAKKK~!!--

Puluhan pedang tajam serta duri Es menusuk tubuh Rufus, hingga tubuhnya membeku bagai Es.
"Uahhhh~ Tapi!!! Sayang sekali ini hanya Elemen Es!" Gurau Rufus.
"Aku sudah mengingat api yg dapat menghancurkan Es! Memory Make, Act Of Burning Earth (Hantaman Penghangus Bumi!).

--BUUUM~!!--

Ini bukan akhir dari Rufus, dia menggunakan hembusan panas api untuk bisa meloloskan diri dari cengkraman Es yg membekukan tubuhnya. Dan Es itu pun akhirnya meleleh, tapi ada sesuatu yg aneh didepan mata Rufus.

Tanpa ia sadari Gray sudah berada didepan matanya, Gray menerobos kobaran api panas Rufus.
"Aku sudah mengingat api yg lebih panas." Suara halus Gray terdengar makin dekat ditelinga Rufus, seiring Gray mendatanginya. Seketika itu tubuh Rufus menjadi kaku. 

"ICE BRINGER!!!!"
--SRAAAT~!!--
Tubuh Rufus tersabit-sabit oleh dua buah pedang tajam berbentuk Es.

"Ahhhhhhhhh~" Tubuh Rufus membeku, sisa sabitan ditubuh Rufus itu kemudian berubah menjadi Es. Dan dia pun akhirnya jatuh kalah.

Rupanya Gray masih memegang dua buah pedang, dan dengan pedang itu dia menyabit Rufus di saat Rufus lengah melelehkan Es Gray.

Dan dengan ini Gray akhirnya menang.

Atas keberhasilan Gray, kawan-kawan Guild menjadi senang begitu juga dengan Master Mavis. Dia sangat lega sekali Gray bisa mengalahkan musuh yg jauh lebih kuat dari Gray sendiri.

Tetapi disisi lain, Juvia makin tambah sayang dengan Gray!!! ♥ .

--Ssstttt~!!--
Tangan Gray, mengambil topi bangsawan Rufus. Dan dengan senyuman tampannya bersama topi barunya, Gray tersenyum manis didepan layar kamera yg ditonton oleh ribuan rakyat Fiore di Stadion Domus Flou.

"Inilah Gray!!! kemenangan Fairy Tail!!! Rufus telah tereliminasi (Kalah)." Sambutan Chapati Lola, menyambut kemenangan Fairy Tail dan menyambut kekalahan Sabertooth.

Kekuatan emosi dapat memperkuat jiwa seseorang untuk mencapai tujuannya. Seperti Gray, perasaan emosinya bisa membangkitkan sihir yg lemah menjadi kuat untuk mengalahkan sihir yg begitu kuat.

Itulah Fairy tail, Guild yg tidak mau semena-mena direndahkan oleh orang lain.

Bersambung Ke Alur Cerita Fairy Tail 307 : Serigala-serigala yang Lapar


Jika kamu menyukai Postingan Diitra, silahkan Follow Blog ini dan klik SUKA di FanPage Diitra di bawah ini! Terimakasih :)
Read More..

Jumat, 26 Oktober 2012

Alur Cerita Fairy Tail 305 : Ahli Taktik Fairy Tail



Alur Cerita Fairy Tail 305 : Ahli Taktik Fairy Tail
Disclaimer : Hiro Mashima
Teks Versi Oleh CTKFT

Petarungan masih berlanjut, Tim Fairy Tail di ambang kekalahan karna tidak bergerak sama sekali untuk segera mengalahkan tim lain dan sedikit demi sedikit tim mereka akhirnya turun dari peringkat atas karna tidak memperoleh poin sama sekali, namun ternyata itu semua kehendak Master Mavis. Ia sudah merencanakan ini matang-matang di jauh hari, ia membiarkan timnya berdiam diri dulu lalu pada saat yg tepat ia memerintahkan timnya untuk maju bertempur mengalahkan tim musuh dengan sebuah strategi peri bintang, Mavis.

Tujuan mereka adalah menjadi Guild no 1 di Fiore.

Dan diisisi lain, Natsu dkk akhirnya berhasil masuk kedalam istana akan tetapi ternyata putri Fiore yg bernama Hisui sedang berada di istana, apakah Natsu dkk akan bertemu dengannya dan bagaimana dengan proyek Eclipse 2 yg ia bicarakan dengan salah seorang pengawalnya itu??


Berikut daftar posisi sementara dan sisa anggota dari tim-tim yg ada.
1. SaberTooth 49P (5 Anggota).
2. Fairy Tail 45P (5 Anggota).
3. Mermaid Heel 43P (3 Anggota).
4. Lamia Scale 43P (3 Anggota).
5. Blue Pegasus 32P (5 Anggota).
6. Quartto Puppy (KALAH).

"Ayo kita lihat lagi peraturannya. Kapoh~ Saat peserta bertemu satu sama lain di dalam kota mereka harus bertarung. 1 point diberikan kepada tim yang menang. 5 point jika mereka mengalahkan seorang pemimpin. Pada akhirnya, guild dengan nilai tertinggi menang, kapoh~" Mato-san (Manusia Labu) memberi arahannya.

Siang hari di kota Crocus, seluruh kota terlihat sangat sepi sekali tapi di ujung sana di Domus Flou seluruh rakyat Fiore sedang menyaksikan kebangkitan dari Fairy Tail.

Layar Lacrima vision menampilkan sosok tim Fairy Tail yg sedang berjuang. Erza, Laxus, Gajeel, Gray dan Juvia mereka berlari bersama maju kedepan, bersiap mengalahkan musuh mereka demi menjadi Guild no 1 di Fiore dan mereka pun di sambut gemeriahan para penonton.

"Fairy Tail bergerak!!!" Seruan Chapaty Lola, pembawa acara.

Mata tim Fairy Tail menatap kedepan, mata yg betekad kuat untuk menang. Menghabisi lawan dan bukan menjadi seorang pecundang.

"Semuanya, berpencar!!! Pergilah ke tujuan kalian selanjutnya!!" Teriakan Master Mavis memberi perintah kepada tim Fairy Tail, tim Fairy Tail pun berpencar ke segala penjuru arah.

Sikap Master Mavis itu membuat Makarov, Levy, Jet, Droy dan Romeo menjadi melongo semua.
Mereka tidak pernah membayangkan gadis kecil ini bersikap tegas memberi printah pada tim mereka.

"Saat ini, ada 97% kemungkinan bahwa Rufus akan mulai bergerak." Gumaman Master Mavis, sepertinya ia sudah memperhitungkannya jauh hari.

Sementara itu di tempat lain di tempat Rufus berada, Ternyata dugaan Master Mavis itu benar. Rufus segera menyadari pergerakan tim Fairy Tail dan ia sudah melacaknya satu persatu, hanya tinggal waktu baginya untuk menembakan sihir cahaya malam, sebuah sihir pamungkas yg sanggup menyerang dan menemukan lawan, sihir yg tak dapat di hindarkan.

"Aku melihatnya." Gumaman Rufus, ia sudah membidik semua anggota tim Fairy Tail.
"Mereka seharusnya tidak meremehkan kemampuan ku menemukan lawan. akan ku kalahkan kalian semua. Memory Make, On A Starry Night." Rufus mengeluarkan sihirnya, cahaya kilatan berhamburan menembak bagai rudal menuju ke arah sempenjuru kota.

Sihir yg sama yg pernah ditunjukan oleh Rufus pada hari pertama Grand Magic Battle.

"Sihir ini...!!!' Chapati lola kaget keringat dingin, sihir ini sangatlah kuat, kuat dalam menyerang dan kuat pula menemukan lawan.
"Itu sihir yang memusnakan musuh-musuhnya di hari pertama." Ujar Yajima, dia ikut kaget juga.
"Sangat indah. Kapoh~" Manusia Labu terpukau dengan indahnya cahaya bagai bintang jatuh yg dihasilkan oleh sihir Rufus.

Master Mavis hanya memandangnya lurus keatas, ia menatap tajam sihir Rufus, sihir yg konon berasal dari masa lalu ini.
Mavis sangat kenal dengan sihir ini, sejak hari pertama ia mempelajari sihir Rufus demi mencari celah kelemahannya. Hantaman sihir Rufus dapat melumpuhkan lawan di tambah lagi kecepatanya yg luar biasa itu, berarti tim Fairy Tail tidak memiliki kesempatan untuk menghindarinya, tapi Master Mavis tau apa yg harus ia lakukan.

"Dalam 2 detik setelah kau melihat cahayanya di langit ada kemungkinan bisa menghidarinya dengan penghindaran darurat." Gumamnya, pesan yg ia sampaikan pada tim berjalan dengan baik, mereka semua sanggup menghindar tepat bada waktunya.

--BLAAARRRR!!!!--

Sihir Rufus menyambar kearah setiap tim Fairy Tail, tapi mereka masing-masing sanggup lolos dari sihir Rufus itu dan sihir Rufus hanya menyambar ke tanah saja.
Erza, Juvia, Gajeel dan Gray berhasil menghindar.
"Aku takkan jatuh dalam trik yang sama untuk kedua kalinya!!" Geram Gray, dia berhasil melompat menghindari sihir yg paling ia benci.

Lalu bagaimana dengan Laxus, apakah dia bisa menghindari kliatan cahaya Rufus.
"Sihir ini menggunakan listrik sebagai elemennya. Laxus sendiri bisa menahannya." Gumam Master Mavis.
--BLARR!!!--
Hanya dengan satu tangan saja Laxus dapat menahan kilatan listrik Rufus, Laxus tidak merasa sakit sama sekali karna itu adalah listrik yg merupakan bagian dari diri Laxus.


"Apa???" Rufus tercengang ia tidak menyangka sihir andalannya dapat di hindari oleh Fairy Tail dan ditahan leh Laxus.

"Dia mengahalanginya!?" Gumam Mavis, kelhatanya taktiknya berjalan dengan baik sesuai perhitungan.
"Dengan ini, Ada 68% kemungkinan Rufus akan mendekati kita. 32% dia akan menunggu di tempat dia berada sekarang. Tapi walaupun dia melakukannya, tidak akan menjadi hambatan untuk strategi kita." Sambungnya bergumam, sesuai dengan perhitungannya.

Max bingung dengan ucapan Master Mavis, Max kelihatanya tidak mengerti perkataan Mavis.
"Apa yg dia katakan??" Tanya Max pada Elfman disebelah.
"Ntahlah!!!" Jawab Elfman.
"Strategi bintang peri..." Ucap Lisanna, menyimpulkan.
"Ya.. yang aku tahu bahwa ini adalah sebuah strategi untuk menang." Sahut Cana.

Master Mavis kembali Fokus pada Strateginya, kali ini ia mengirim timnya untuk berhadapan langsung dengan lawan.
"Sekarang, Erza akan pergi ke arah barat laut untuk berhadapan dengan musuh." ucapnya. 

Dan Erza pun berada di bagian Barat, Erza menemukan musuh yg ternyata adalah Jenny.

"Sesuai yang dikatakan oleh yang Master Pertama. Seorang yang cukup hebat (Jenny)." Katanya pada Jenny hingga membuat Jenny ketakutan. Master Mavis sudah tau kalau Jenny berada di bagian barat laut maka dari itu ia mengutus Erza untuk mengalahkan Jenny yg tergolong lemah ini.
"Geh! Erza!!" Jenny kaget ketakutan, Erza itu hebat sedangkan dirinya lemah, mana mungkin dia bisa mengahadapi Erza.

Erza siap menarik pedang dari sarungnya, berisap menebas Jenny.
"Hancurkan!!!!!!" Printah dari Master Mavis.
--SLASSSSSH!!!--
"ahhhh!!!" Jenny pun kalah.

Dengan itu tim Fairy Tail memperoleh +1 poin. Dan poin mereka adalah 46 poin.

Sementara itu di tempat lain Gajeel di printahkan oleh Mavis kebagian selatan.
"Gajeel akan mengalahkan lawan di bagian selatan." Kata Master Mavis.

Gajeel pun sudah berada disana dan berhadapan langsung dengan Blue pegasus, Hibiki, Eve dan Ren.
"Maaf, semuannya!!!" Teriak Gajeel.
--RAUUUUUU!!!!--
Aungan Naga besi gajeel melempar Eve dan Ren hingga mereka kalah.
"Wah!!!!!" Eve terpelanting.
"Sial! Hibiki! Setidaknya kau, pergilah!!!" printah Ren agar Hibiki tidak ikut kalah.

Akibat kalahnya Eve dan Ren kini Fairy Tail memperoleh +2 poin dan poin mereka adalah 48 poin.

Sementara itu Hibiki berlari menjauh dari Gajeel.
"Apakah ada seseorang dari Fairy Tail yang bisa melampaui kalkulasi dari 'Archive'ku?" Tanya Hibiki sambil berlari.

Hibiki berhasil lolos dari aungan naga besi namun ternyata pertanyaannya itu tadi di jawab oleh seseorang dan seseorang itu ternyata menghadangnya di depan.
"Ada!!!" Jawab orang itu yg ternyata adalah Gray.

Hibiki Kaget setengah mati, ada Gray di depannya dia tidak bisa berkutik.
--PRANKKK!!!!--
Dan akhirnya Hibiki pun menjadi beku, iapun kalah.

Fairy Tail mendapat +1 poin lagi dan poin mereka menjadi 49 poin, poin yg sama dengan poin yg dimiliki oleh Sabertooth dan kini mereka pun imbang.

"Setelah mengalahkan lawan yang kabur ke Fountain Square, Gray maju menuju poin B-4" Kata Master Mavis.

Sementara itu di Domus Flou, Chapaty Lola heboh sekali melhat tim Fairy Tail kembali menduduki pringkat atas.
"Mereka di posisi teratas lagi!! Fairy Tail!!" Serunya, poin yg di peroleh tim Fairy Tail berjumlah sama dengan tim Sabertooth, sedangkan tim Mermaid Heel mereka memiliki poin yg sama dengan Lamia Scale.


Daftar sementara:
1. Fairy Tail 49P.
2. Sabertooth 49P.
3. Lamia Scale 43P.
4. Mermaid Heel 43P.
5. Blue Pegasus 32P.

"Wow... Apa yg sebenarnya terjadi??" Seluruh penonton kebingungan, semua tim memiliki poin yg sama.

Teman-teman di bangku penonton gembira sekali timnya kembali berada diposisi atas.
"yay!!' Nab sangat senang.
"Strategi Pertama tepat pada sasaran!!!" Vijiteer takjub.
"Uhooh!!!" Seru Warren.

Master Mavis kembali memberi printah kepada tim Fairy Tail.
"Juvia akan melakukan support dengan mencari lawan. Laxus akan pergi ke F-8. Erza ke S-5. Musuh-musuh aktif di daerah itu." printah Master Mavis.


Sikap Master Mavis membuat Makarov teringat masa lalu, ia baru sadar siapa itu Master Mavis.
"A-Aku ingat.... Julukan Pertama... Dia membawa timnya ke banyak kemenangan dengan kemampuan membuat strateginya yang luar biasa.... Ahli Taktik Peri, Mavis." Gumamnya berkeringat dingin, dia mengingat kembali masa lalu di mana Master Mavis memimpin ribuan pasukan untuk berperang dan kini ia memimpin tim Fairy Tail untuk menang.

Macao dan Wakabe Terkejut mengetahui sosok asli Master Mavis.
"Dia ahli..!!!" Macao Shock wajahnya suram, ternyata gadis kecil ini lebih tangguh dari dirinya.
"Jadi dia bukan hanya imut saja..." Wakabe kaget, Master Mavis bukan hanya imut-imut saja.
"Ya kalian tau... Bagaimanapun juga dia adalah seseorang yang mendirikan Fairy Tail." Alzack menjawab ucapan Macao dan Wakabe.


Sementara itu di arena, Ichiya mendatangi Hibiki namun ia sudah kaku membeku didalam Es Gray dan dia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Ichiya-san... Aku minta maaf..." Hibiki menyesal.
"Uhm. Tinggalkan sisanya pada...." Jawab Ichiya tapi ucapannya itu terpotong sesuatu.

--BAAAAKK!!!--

Ichiya terpelanting, seseorang menghajarnya dan ternyata dia adalah Jura.
"Kena Kau!!!" Jura menghajar Ichiya hanya dengan sekali pukulan saja dan Ichiya pun roboh.
"Meee~" Ichiya kesakitan dan akhirnya timnya pun kalah dari Grand Magic Battle.

"Dia Jura dari 10 Penyihir Suci!! Dia mengalahkan Ichiya, pemimpin dari Blue Pegasus dan mendapatkan..5 poin." Seru Chapaty Lola, Jura pun tersenyum manis membawakan 5 poin untuk timnya.

Lamia Scale mendapat +5 dari Blue pegasus dan poin mereka menjadi 48 poin, 1 poin di bawah Fairy Tail dan Sabertooth.

Sedangkan di temat lain, Chelia juga berhasil mengalahkan pemain, dia menendangnya hingga kalah.
"Maaf." Ucap Chelia, dia baru saja merobohkan salah satu anggota Mermaid Heel tepatnya adalah Risley.
"Jangan remehkan para Duyung!!!" Teriak Risley.

Akhirnya tim Lamia Scale mendapat poin lagi tapi kali ini berjumlah +1 poin, dan tim mereka pun berada di posisi puncak posisi yg sama dengan Fairy Tail dan Sabertooth.

"Pertarungan yang memanaskan. 3 tim di posisi tertinggi." Seru Chapaty Lola. Fairy Tail, Sabertooth dan Lamia Scale mereka memiliki poin yg sama.


1. Fairy Tail 49P.
2. Sabertooth 49P.
3. Lamia Scale 49P.
4. Mermaid Heel 43P.
5. Blue Pegasus (Kalah).

"Uhm. Jadi Pegasus sudah sepenuhnya dikalahkan." Ujar Yajima, Komentator Arena.
"Jumlah orangnya sudah lumayan berkurang. Kapoh~" Tanggap Mato, Manusia labu.


Melihat kemampuan Jura, Master Mavis kesulitan untuk menghadapinya dan sulit bagi Master Mavis untuk bisa mencari kelemahan Jura.
"Dari sekarang akan menjadi pertarungan yang sulit." Katanya.
"Apa yang akan kita lakukan dengan Jura pada akhirnya?" Tanya Kinana.
"Apa kau sudah memikirkan hal itu?" Tanya Laki.
"Aku sudah memikirkannya, tapi aku tidak bisa menentukan sebuah cara untuk mengurusnya. Sekuat itulah pria tersebut." Jawab Mavis dia kesulitan menghadapi salah satu penyihir suci.

Lalu ditempat lain dimana Lucy dan Yukino dipenjara di dalam Istana kerajaan, disana sangat sepi sekali.
Yukino duduk bersandar ditembok penjara sedangkan Lucy dia rebahan tiarap dikasur.
Lucy nampak murung ngelamun tapi tiba-tiba terdengar suara kecil memanggil namanya.
"Lucy." Suara itu memanggilnya tapi Lucy tidak mendengar ia kira itu hanya hayalan dari lamunannya.
"Lucy." Suara itu memanggil lagi hingga membuat Lucy kaget.

Ternyata suara itu berasal dari luar jeruji penjara, dan suara itu adalah suara Natsu.
"Natsu!!! dan Wenndy dan Mira" Lucy terkejut, Natsu dkk menyelamatkannya.

Natsu segera membekap mulut Lucy karna dia terlalu keras bersuara.
"Stttt!!!" Natsu menyuruh Lucy untuk diam supaya tidak terdengar oleh penjaga.

"Kami datang juga!!" Ujar Happy pada Lucy.
"Semuannya.." Lucy sangat gembira sekali.

Tapi Yukino Malah heran, bagaimana bisa Natsu dkk bisa berada disini dan masuk kesini.
"Bagaimana kalian bisa...?" Ucapan Yukino terhenti.
"Mundurlah..." potong Natsu, Natsu mendekat lalu ia melelehkan jeruji besi dengan tangannya.
--CREAK!!! CREAK!!--
Besi jeruji pun akhirnya dibengkokkan oleh Natsu dan akhirnya Lucy dan Yukino bisa keluar dari penjara.

Mira membawakan pakaian ganti buat Lucy dia juga membawakan buat Yukino.
"Aku membawa baju ganti. Untuk Yukino-san juga." Kata Mira.
"Terimakasih semuanya." Jawab Lucy.
"Aku baik-baik aja." Jawab Yukino menolak.

"Sekarang bagaimana caranya keluar." Tanya Carla.
"Jika bisa, lebih baik jika bisa keluar tanpa dilihat." Jawab Lilly.

"Tunggu. Mereka masih mengambil kunciku. Aku harus menemukannya." Kata Lucy, sambil mengganti pakainya dibalik kain tirai penutup.

Tiba-tiba terasa ada sesuatu yg aneh dengan lantai yg mereka pijak.
--BRAKKK!!!!!--
Tiba-tiba lantai itu terbelah menjadi dua, Natsu dkk kaget dan mereka pun jatuh kedalam.
"Apa!!!" Natsu kaget.
"Lantainya!!!" Teriak Happy.
"Apa yg..." Wenndy terkejut, iapun jatuh kedalam.
"Aku maish belum selesai berganti pakaian!!" Teriak Lucy.


Mereka berdelapan itu pun akhirnya jatuh kedalam jurang di bawah lantai.
"Waah"
"Kyaah"
"Eeeek"
"Yaann"
--BRAAAK!!!--
Natsu dkk jatuh bertumpa didalam jurang bawah tanah.

"Ouch..." Lucy kesakitan.
"Dimana kita?" Tanya Natsu.
"Hm.. " Lilly melihat kesekeliling.

Mereka berada di dalam gua dibawah istana, tapi didepan mereka ada sebuah gerbang yg dijaga oleh ke dua buah patung manusia yg mengangkat atap gua, lalu dari dalam sana terdengar suara seseorang.
"Selamat datang di Hell palace." Kata suara orang itu.
"Ah? Siapa itu??" Natsu dkk kaget ternyata ada seseorang disana dan suara itu suara seorang wanita.
"Kalian jatuh ke dalam jebakan dengan sempurna." Kata orang itu menjawab.

"eh?" Happy kaget.
"Jebakan?" Ucap Charla dia juga kaget.
"Lihatlah sekitarmu. Ini adalah kota kematian, Hell Palace. Sedikit kebebasan terakhir diperbolehkan untuk para kriminal. Namun, tidak ada yang pernah keluar dari sini. Kalian bisa membusuk di sana, Pencuri." Bentakkan orang itu yg ternyata dia adalah tuan putri Hisui, dia tiba-tiba muncul di hadapan Natsu dkk melalui layar ilusi didepan gerbang.

"Siapa dia?" Tanya Natsu, Natsu tidak kenal dengan wanita ini.
"putri kerajaan." Jawab Yukino.
"Tuan putri." Ucap Mira kaget.
"Menyeramkan!!!" Kata Lucy.


"Sial!!! mana jalan keluarnya??" Teriak Natsu emosi.
"Aku tak menemukannya disini!!" Jawab Lucy.
"Apa yg harsu kita lakukan.." Wenndy panik.

Sementara itu ditempat tuan putri Hisui berada, dikamarnya.
Tuan putri Hisui berdiri didepan cermin, sebuah cermin sihir yg membuatnya bisa berkomunikasi dengan Natsu dkk tadi.
Sementara itu pengawalnya mengucap senang.
"Tadi itu sangat sempurna tuan putri!!!" Kata pengawalnya sambil bertepuk tangan.
"DIa berhasil melindungi kerajaan walau tanpa yg mulia!!! Viva Hisui-sama!! Viva Hisui-sama!!" para pengawalnya menyambut gembira keberhasilan tuan putri menjebak Natsu dkk namun tuan putri Hisui tidak merasa senang maupun gembira, ia menundukan kepalanya ia malah merasa bersalah menjebak Natsu dkk kedalam jurang bawah tanah.

Sementara itu di Domus Flou, para pennton makin heboh saja suara teriakan mendukung tim idola mereka membahana.
"Pertarungan yang melelahkan berlanjut pada Grand Magic Games. Dan aku yakin setelah ini dan seterusnya mereka akan semakin panas." Lapor Chapaty Lola.

Lalu beralih ketempat lain dimana saat ini Gray berada.
Sepertinya Master Mavis memerintahkan Gray untuk pergi keperpustakaan.
Di sana Gray menemukan lawan yg sangat tangguh, lawan yg paling ia benci sejak hari pertama.
"Master Pertama mengatakan bahwa jika aku ke sini aku akan bertemu denganmu. Memang benar." Kata Gray, sambil berjalan mendekati musuhnya.
"Ya, Ya.... Ingatanku sudah hampir melupakanmu. Akankah kau membantuku untuk mengingat?" Jawab orang itu, ia tersenyum duduk dikursi ditengah perpustakaan sambil membaca buku, yg ternyata dia adalah Rufus.

"Kau tidak perlu mengingatnya. Karena ini akan menjadi akhirmu." Tegas Gray, dia bersiap menghabisi orang yg pernah mempermalukannya di hari pertama.

Pertarungan yang ditakdirkan antara "Pencipta yang berbeda (Keahlian yg berbeda)"!!!
Kemarahan "Gray yang direndahkan" meledak ke Sabertooth, Rufus!!!
Bagaimanakah, sanggupkah Gray mengalahkan Rufus. kita tunggu minggu depan...

Bersambung ke Alur Cerita Fairy Tail 306 : Gray VS Rufus


Jika kamu menyukai Postingan Diitra, silahkan Follow Blog ini dan klik SUKA di FanPage Diitra di bawah ini! Terimakasih :)
Read More..

link

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

bintang

Gunakan Google Chrome Untuk Mendapatkan Tampilan Terbaik Blog Ini ( ^_^ )